MailStories #1 : (Not So) Epic Comeback in Postcrossing!
Howdy, mate?
Eh, pake Bahasa Indonesia aja deh sekali-kali. Hehe.
Udah berabad-abad (asli ini gak lebay) aku nggak berkecimpung di dunia per-Postcrossing-an. Kalau lihat di statistik, kartu pos terakhir yang aku kirim itu di tanggal 16 Juli 2018. Goksss... lama banget itu. Kirain masih sekitaran 2019 terakhir kali. Ternyata tidak, Bung. Kayaknya setelah itu aku lebih tertarik sama Snail Mailing yang ada di grup Facebook ketimbang Postcrossing. Alasannya, mungkin karena lewat Snail Mailing lebih berasa aja koneksi dan keterikatannya, dan lebih berpotensi long lasting dibanding Postcrossing yang mana biasanya jarang berakhir jadi teman pena beneran. Buat yang masih asing dengan Postcrossing ataupun Snail Mailing ala-ala grup Facebook, mungkin akan aku bahas di unggahan selanjutnya. Atau kalau mau cepat, Google aja. Hahaha.
Oke kembali ke topik awal yakni epic comeback (uhuk) daku di dunia Postcrossing. Nggak tau kesambet roh halus apa, tiba-tiba beneran seniat itu mau menghidupkan kembali kebiasaan lama di masa-masa itu. Yap, masa-masa "euforia" menjelang-hingga-telah-jadi-maba / Asian Games / Russian World Cup dan lagi ehm, berusaha cari hobi baru. Apalagi kalau bukan surat-menyurat dan bertukar kartu pos. 📬
Pada akhirnya, aku buka lagi lah akun Postcrossing-ku yang telah lama berdebu. Kalau lihat stat-nya, asli malu banget hihiw. Orang-orang yang "istiqomah" di platform ini biasanya sudah bertukar kartu pos sebanyak lebih dari 100 buah dalam kurun waktu yang nggak terlalu lama. Kawanku Mbak Sabrun (sekaligus orang yang mengenalkanku dengan dunia ini), stat-nya sudah ratusan, baik dari kartu pos yang terkirim maupun yang diterima. Wajar sih, pemain veteran dia, rajin pula kirim-kirim ginian. Beda banget sama aku yang noob ini hiks.
Singkat cerita, setelah rapi-rapi bio profil sedikit, akhirnya aku mulai request alamat calon penerima kartu pos-ku kelak beserta ID kartu posnya. FYI, dengan kondisi akunku yang noob ini, maksimal aku hanya bisa meminta 6 alamat/ID Kartu Pos dalam satu waktu. Kenapa? Pihak Postcrossing akan memastikan lebih dahulu apakah nanti alamat yang sudah aku minta ini bakal benar-benar menerima kartu pos dariku di kemudian hari. Sepanjang yang aku pahami, kuota permintaan alamat ini akan bertambah kalau kartu pos yang saat ini kukirim telah tiba dengan selamat seluruhnya di tangan para penerima. Artinya, setelah itu aku memiliki kesempatan untuk meminta lebih dari 6 alamat/ID Kartu Pos di lain waktu. Hehe paham gak? Kalau bingung kapan-kapan ku kasih sesi Short Course khusus per-Postcrossing-an deh 🙄
Nah ada sedikit cerita menarik nih pas aku lagi minta alamat-alamat baru untuk kartu posku. Sebelum aku tekan tombol Request Address (kalau nggak salah istilahnya ini), aku sempat harap-harap cemas dan berdoa dalam hati, Kayaknya seru nih kalau dapat negara Jepang. Semoga Jepang Yaa Allah. Sepersekian detik kemudian, aku tekan lah tombol itu, dan BENERAN DONG DAPET JEPANG 😱😱😱. Maasyaa Allah, bener euy se-seneng itu ❤. Alhamdulillah.
![]() |
| Bau bawang *intensifies* (Sumber : kissparry.com) |
Yang selanjutnya pun nggak kalah heboh. Berhubung harapan aku udah Allah kabulkan almost instantly, akhirnya untuk harapan selanjutnya aku nggak berharap muluk-muluk buat dapet negara favoritku lainnya. Tapi tetap aja gitu, berharap dapat negara yang aku familiar dan kira-kira bisa eksplor lebih banyak buat konten kartu posnya. Jadi alamat kali ini, untuk pertama kalinya aku dapat yang dalam negeri (sebab di pengaturannya, aku centang bagian yang "check if you would like to also send and receive postcards to and from your own country." Dan tahu nggak, alamat tujuan yang aku dapat ke mana coba? Dari sekitar 400-an jumlah kota dan kabupaten di Indonesia, bayangkan gais, aku harus ngirim kartu pos dengan alamat tujuan KOTA MAGELANG!!! Awto ngakak di tempat dong 🤣. Kayak berasa mau ngirim kartu pos ke rumah sendiri dong (eh nggak literally rumah sendiri sih, buat yang paham aja hehe). Mana ternyata alamatnya nggak jauh dari SMA aku dong woy ðŸ˜. Jadi ya... intinya gitu deh, kejutan-kejutan kecil buatku di waktu itu. Mindblowing, sekaligus moodboosting tentunya.
Oh ya, karena kali ini aku dapat kuota 6 alamat, jadi negara tujuan lainnya yang kudapat itu ada USA (negara penghuni dominan lapak platform Postcrossing), Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong. Dan ternyata ada juga kebijakan baru yang baru aku ketahui. Semenjak pandemi, beberapa negara menerapkan pembatasan kiriman pos dari dan ke negara-negara tertentu. Indonesia sendiri termasuk yang cukup panjang daftar pembatasan negaranya, yakni ada sekitar 200-an negara. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa klik di sini.
![]() |
| Sedih cuy. Belgia, Prancis, sama UK masuk list, dong. Rata-rata negara Uni Eropa udah nggak melayani kiriman surat/benda pos dari negara kita. Hiks. 😠|
Oh ya, berhubung lagi-lagi aku malas menjelaskan, buat yang penasaran berapa tarif berkirim surat atau kartu pos baik ke dalam maupun luar negeri, silakan klik di sini ya. Hingga tulisan ini dibuat, sepengetahuanku inilah tarif yang masih berlaku (mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor 29 Tahun 2013 tentang TARIF LAYANAN POS UNIVERSAL).
![]() |
| OTW terbang ke luar (dan dalam) negeri. |
Teruntuk para Pak Pos, sang pahlawan pengantar pesan, semoga sehat dan kuat selalu dalam menjalankan tugas, ya ❤. Tak terhingga rasa terima kasih kami atas dedikasi kalian dalam menyampaikan amanah kami.
Sekian episode #MailStories kali ini. Semoga ke depannya budaya surat-menyurat ini tak lantas lekang oleh zaman. Gimana, apa kamu juga tertarik untuk melestarikan budaya satu ini? 😊
Anyway, Happy Postcrossing!
Let's send lots of love from mailbox to mailbox 📬






Hobinya keren bener. Biasanya suka liat di film atau cerita-cerita di novel, sekarang baru ketemu sama yang benerannya
ReplyDeleteBtw, ada apa dengan Magelang...
Such an honor, dikomen Wakabem UNJ. Hehe.
DeleteBarangkali kak Robby tertarik ikut kirim2 kartu pos gini, boleh nihh. Hitung2 ngasah skill Bahasa Inggris, kak. Juga ngelatih kesabaran karena ngirim/nerima surat, kartu pos dan sejenisnya itu makan waktu yang luar biasa lamanya. Tapi seru!
Soal Magelang, ada suatu kejadian yg agak traumatizing
https://azurenad.blogspot.com/2020/02/hey-little-train-wait-for-me.html?m=1 (keknya harus dicopas, gabisa diklik)
Who knows, mungkin kaka penasaran ✌✌