Pening

Malam ini, aku terjaga kembali. Berteman kopi yang telah dingin dan sisa-sisa penyesalan yang mengendap di dasar gelas. Merutuki kebodohan yang saban hari tak kunjung berkurang dosisnya.

Berulang kau berucap akan berubah. Berulang kau bilang cinta, namun ucapanmu tak ubahnya sepanci sayur sisa kemarin. Basi.

Mulai detik ini, aku bersumpah, tak lagi-lagi memberi kenyamanan palsu. Sebab kau mudah sekali tertipu. Dasar pemalas perfeksionis memang.

Jangan harap aku akan menerima maaf secara cuma-cuma. Maafmu takkan mampu membeli angka nol enam digit yang kelak akan kau gelontorkan sendiri tersebab kemalasanmu. Belum lagi waktu yang mustahil kau putar balik. Cih, anak sultan kah engkau?

Tolong. Siapa lagi hendak kau andalkan, jika bukan dirimu sendiri? Berhenti menjebak dirimu sendiri dalam situasi sulit.

---

3.1.21

Pening

Comments

Popular Posts