Why So Serious?

[Disclaimer: don't ever said that I DIDN'T WARN YOU. Read at your own risk.]

Oke, gini gais. Gue mau cerita sesuatu nih.

Simak aja baek-baek dah ye pokoknya.

Tapi sebelumnya, gue mau pastiin lagi biar klean-klean ngga membuang-buang waktu berharga kalian dengan membaca ini. Skip aja, terserah. Dah biasa kok terabaikan, huhu. Eh, gak jelas lu, author!

Anyway, kalau kalian bersikeras, yhaa apa boleh buat. Semoga kalian yeah kalian gitu dah.


---

Ini cerita tentang seorang laki-laki berdarah campuran. Separuh Amerika, separuh Jawa, sub-spesies Ngapakers. Perbandingannya rasnya 1:9 lah.

Kita panggil saja dia Tony Stark, ya. Nama aslinya sih, Fatoni.

Ef Ye I, Tony ini aksen American nya chakep banget. Mirisnya, hal ini malah berbanding terbalik dengan kemampuan Bahasa Jawa ataupun Bahasa Indonesianya. Iya, dia agak sedikit cadel. Maklum bule, gak doyan pedes katanya.

Singkat cerita, Tony is going to the market nih gaes. Di sana, ia bertemu salah satu pemilik lapak berdarah oriental. Orientalnya mana, kagak tau dah. Yang jelas sih gaada kaitannya sama saos oriental merk Kaori, eh, S@ori. Oke skip.

Anyway, nama lengkap pemilik lapaknya itu Tanda Eru. Karena dia cewek, masih muda, dan berdarah oriental, jadi dipanggil Cik Tanda Eru deh. Banyak hasil bumi yang dijual sama Cik Tanda pokoknya, walau emas dan perak bukan salah duanya. Iyalah, orang Cik Tanda jualan sayur sama buah.

Nah, alkisah, Tony ini tertarik banget buat beli salah satu hasil bumi yang dijual Cik Tanda. Dengan shattered Indonesian and Javanese accent-nya (plus efek-efek cadel yang epic), Tony memberanikan diri untuk bertanya,

"Wo ai ni?" tanya Tony seraya memegang buah kesemek.

Cik Tanda pun keheranan. Pasti dia salah dengar, batinnya.

"Le, jal baleni neh. Koe ngomong apa mau?"* Cik Tanda ingin memastikan pendengarannya masih berfungsi dengan baik.

"Wo a i ni," ulang Tony. Anehnya, wajah Cik Tanda bersemu merah. Iya lah, gitu-gitu Tony masih berdarah amrik, keleus. Tapi, tetap saja Cik Tanda bingung. Apa kaitannya antara kesemek sama ... eh, lupakan. Cik Tanda benar-benar malu.

Kesal karena Cik Tanda tak kunjung paham, Tony mengeluarkan senjata andalannya dari dalam saku: telepon genggamnya. Wah, jangan-jangan mau minta nomor?

Tony tampak mengetik sesuatu. Beberapa saat, ia tunjukkan hasil ketikannya pada Cik Tanda.

Cik Tanda mendengus kesal. Ia lempari Tony dengan sebuah tomat busuk, lantas beranjak pergi.

Tampak tulisan yang baru saja Tony ketik di layar ponselnya.

Woh apa ini? **

----

*) Terjemah : Nak (laki-laki), coba ulangi. Kamu bilang apa tadi?

**) campuran antara Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Artinya, buah apa ini?


A/N (biar kayak di Wattpad gitu ceritanya): Matur suwun kula aturaken dhumateng panjenengan sedaya ingkang sampun maos seratan niki. Whatevs, I'm not a native Javanese. Horas, bah!

 

 

 

 


Comments

  1. Ada episode lanjut ngga nih? Penasaran euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaah dia minta lanjutan wkwk. Nanti aja dah, kapan2 bikin serial kisah antara Tony dan Cik Tanda awokwokwok.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts