Di Suatu Persimpangan Hidup

Pernahkah kau berada pada suatu titik, di mana kau menyimpan rahasia yang harus ditutup rapat-rapat, entah sampai kapan itu? Bisa jadi hingga maut menjemput, kita tak pernah tahu. Rahasia itu berupa amanat yang sangat penting yang dipercayakan padamu. Seolah mendarah daging, merasuk hingga sumsum tulang. Sebab ini menyangkut identitas dan jati diri, bukan suatu perkara main-main. Akan tetapi, kau tentu mafhum, kau tak selamanya tahan menyimpannya sendiri. Ada sepotong-dua potong yang tetap harus kau bagi. 

Menurutmu, siapa yang paling pantas untuk kau ajak berbagi?

Sungguh, ini bukan perkara sembarangan. Saking fatalnya, tak sekedar reputasi,  nyawamu pun bahkan dapat terancam. Dalam situasi semacam ini, kamu membutuhkan kawan bicara yang berpikiran terbuka dan tidak judgemental. Namun dapat dikatakan, sungguh ini hal yang sangat sulit. Terutama jika lingkaran yang terlanjur kau bangun takkan pernah menerima hal semacam ini.

Menurutmu, pada siapa hendaknya kita mengadu?

Sungguh jika jawaban khalayak adalah pada Sang Maha Kuasa, dengan segenap keyakinan, aku yakin kaupun takkan pernah menampik hal itu. Tiada hari tanpa kau panjatkan doa, agar kau senantiasa berada pada jalan yang Ia ridhoi. Akan tetapi, kau seakan belum jua menemukan setitik cahaya yang kau cari. Pikiranmu masih berkecamuk sana-sini.

Apa yang akan kau perbuat?

Kau terus mencari, mencari dan mencari. Kau coba ubah pola pikirmu. Kau berusaha terbuka tanpa melupakan norma. Namun sulit, sangat sulit. Sebab nyatanya serangan itu datang bertubi-tubi dari berbagai arah. Menghujammu tanpa ampun bak ribuan peluru senjata laras panjang. Dirimu tak pernah merasa berdaya, tak pernah merasa punya cukup banyak amunisi untuk menangkal segala bentuk invasi.

Akankah kau menyerah pada sesuatu yang tidak pasti?

Padamu kawan, aku bersemoga, agar kebimbangan ini akan sirna segera.

Sebelum raga dipisahkan dari nyawanya.

Comments

  1. Akupun pernah merasakan hal yang sama. Hingga menjadi hantaman keras dalam aspek hidup pribadi.

    Namun selagi ada Allah SWT yang mampu menjadi tempat curhat, aku merasa tenang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... maasyaa Allah. Keren banget.
      By the way, terima kasih sudah mampir, ya 😊

      Delete

Post a Comment

Popular Posts