Gundah
Beberapa bulan yang lampau...
Do'aku sepanjang hari : semoga
aku dapat kembali mengabdi, walau mungkin takkan seberapa yang mampu kuberi.
Namun demikian, aku akan melepaskannya, jika
orang-orang tersebut datang hendak memberi kepercayaan atas pundakku. Tidak,
aku rasa aku jauh dari kata mampu. Biarlah, aku toh telah berjanji akan
terus berkontribusi. Namun menggelikannya, kataku ku akan memilih jalan "Tut
Wuri Handayani". Di belakang memberi dorongan. Hahaha...
Rencana telah kususun sedemikian
rupa. Anganku selangit, inginku setinggi bukit. Semua rasa-rasanya hanya pemuas
nafsu dan ambisi buta semata, mana kutahu. Namun semoga saja bukan begitu. Berdalih
ingin bermanfaat bagi orang terdekat, begitu katanya. Namun masih jua haus mengejar
ambisi pribadi -- walau yang demikian tak sepenuhnya salah.
Suatu ketika, kepercayaan itu datang. Seolah
bola bumi yang minta ditopang oleh sesosok Atlas yang mulai kepayahan. Bedanya,
aku memang merasa sudah payah sejak awal.
Pun satu hal lain...
Aku amat takut. Aku hanya akan
menjadi duri dalam daging.
Ketakutan yang bukan tanpa
alasan. Kenangan itu masih tersimpan rapi, dan hingga kini masih kutangisi.
Allah, zhalim benar diri ini. Tertulis nyata dalam lembar catatanku kejadian
hari itu. Saat dulu sesosok yang lain memaksaku menjadi Atlas pada waktu itu.
Ah, entah ini salahku seorang atau siapa. Aku berlepas pada semua urusan. Jadilah
aku seorang yang abai, sangat abai. Duhai, aku bahkan tak tahu akan menjawab
apa kelak di Penghakiman.
Do'aku sepanjang hari, pada
waktu-waktu itu : semoga aku dapat kembali mengabdi, walau mungkin takkan
seberapa yang mampu kuberi. Allah, inikah jawaban-Mu?
Kau kah yang akan mampukan ku?
Karena sejujurnya yaa Rabbi, hamba hanyalah seorang yang kerdil nan zhalim.
Karena memang demikianlah. Seolah
ramai benar dunia ini. akan tetapi sejatinya diri tetap berjuang sendiri. Ah,
mungkin hanya prasangkaku saja, ya. Semoga.
Do'aku sepanjang hari, mulai hari ini : aku akan berusaha mengabdi , jikalau itu berarti harus mendobrak batasan diri.
Do'aku sepanjang hari, mulai hari ini : aku akan berusaha mengabdi , jikalau itu berarti harus mendobrak batasan diri.
Rabbi yassir wa laa tu'assir


Comments
Post a Comment