Once Upon a December Night
Suatu malam di Bulan Desember menjadi penghujung perjalanan panjang penuh lika-liku. Telah usai masa bakti, memasuki masa rehat sekedarnya demi menyiapkan diri bagi urusan lain.
Suatu malam di Bulan Desember, telah tunai pertanggungjawaban sekelompok anak manusia di hadapan Rabb-nya. Sebagai sebentuk ikhtiar mengurangi hisab di hari pembalasan kelak. Karena ketahuilah, kawan, amanah tak pernah sebercanda itu.
Di penghujung tahun ganjil itu, hujan turun membasahi bumi. Ah, bukankah pada wajah-wajah para pejuang itu, baru saja turun hujan pula? Masih nampak bekas air yang menganak sungai, yang kini mengering dalam tawa dan hangat dekapan ukhuwah.
Di malam itu, tak seperti malam-malam sebelumnya. Belum pernah kurasakan ketulusan doa dan keajaiban tetes hujan yang menyertainya. Mustajab.
"Semoga aku nggak lanjut di BEM. Hahaha... "
Beberapa orang kakak tertegun mendengarnya. Namun, akhirnya mengamini juga.
"Aku mau bisa kerja tahun ini. "
"Aku mau jadi staff xxx. "
Maha Baik Allah, adakah kau pernah lihat hamba-Nya menengadah kepada-Nya, sedang Dia kembalikan tangan hamba-Nya dalam keadaan kosong?
Harapan pertamaku terwujud nyaris sesaat kemudian. Di lain tempat, butuh berulang kali memaknai sabar, hingga akhirnya Allah meridhoiku mengemban sebuah amanah lain demi belajar menjadi pribadi yang mandiri secara finansial. Tidak seberapa, namun pengalaman ini sangatlah berharga.
Untuk harapan ketiga... Mari kencangkan sabuk pengaman. Semoga kelak 2021 terjawab. Hahaha...
Comments
Post a Comment